Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi

9837 views

Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi – Karena periode kepulangan suamiku dari tempatnya bekerja, membuat hubunganku dgn Totong agak terganggu. Praktis selama dua minggu lebih kami tdk melakukan pertemuan sejak hubungan seks pertama yang kami lakukan. Memang pernah sekali dia datang ke rumahku tapi itu hanya untk menemani Tita adikku yang jg pacarnya. Selama dua minggu itu, aku selalu terbayang-bayang bagaimana perkasanya Totong saat sedang mencumbuku malam itu, bahkan saat sedang bercinta dgn suamiku, yang kubayangkan saat sedang memasukkan batang kejantanannya ke liang senggamaku adalah Totong. Dan siang itu, setelah suamiku kembali ketempat dia bekerja, aku mendapat SMS dari Totong yang mengatakan bahwa dia sangat kangen padaku dan ingin bertemu di sebuah mall yang ckp terkenal di kota kami. Aku segera bersiap sambil mengkhayalkan apa yang akan kami lakukan siang ini.

Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi

Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi – Setelah mengenakan celana kain ketat berwarna hitam lalu BH yang jg berwarna hitam yang menjadi pilihanku untk menopang sepasang payudaraku yang menggantung indah. Dgn baju kaus warna putih yang agak kekecilan sehingga memamerkan lekuk tubuhku yang tak kalah dgn anak remaja. Aku segera bergegas pergi ke Mall dgn taksi yang kupesan melalui telepon. Setelah membayar ongkos taksi, aku segera melangkahkan kaki ke dlm mall yang ckp megah itu. Lalu aku menunggu di suatu tempat yang mana dari tempat itu kita akan bisa melihat hampir ke seluruh sudut ruangan. Saat sedang asyik memperhatikan orang-orang yang berlalu-lalang, ada tgn yang merangkul pinggangku dan disertai sebuah ciuman di pipi. “Halo Kak I’in.. Apa Kabar Aku kangen loh..” sapanya sopan. “Baik.. Kangen ketemu.. Atau kangen yang lain.. ” godaku. “Ah kakak.. Paham aja..” sahut Totong sambil meremas pelan pantatku.

Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi – Kemudian kami berbincang-bincang sejenak untk menghilangkan kekakuan. Berkali-kali Totong memuji penampilanku saat itu yang katanya tdk seperti seorang ibu yang telah memiliki dua orang anak, tetapi lebih mirip seorang perawan yang minta diperawani. Aku merasa malu dan langsung mencubit pinggangnya sehingga dia berteriak dan membuat beberapa orang yang lewat menoleh ke kami. Lalu Totong menarik pinggulku untk segera beranjak pergi dari sana. Dgn mesra kulingkarkan tgnku ke pinggang Totong, sementara tgn Totong semakin sering meremas-remas sepasang pantatku yang terlihat kencang dibalut celana kain yang ketat. Aku menunggu sebentar di luar mall, tak berapa lama Totong datang dgn motornya. Lalu aku membonceng ke motor itu dan melingkarkan kedua tgnku ke pinggangnya sementara sepasang payudaraku menempel di punggung Totong yang lebar. Sepanjang perjalanan, Totong terus bercerita bagaimana dia sangat ingin bertemu lagi dgnku, sementara aku hanya berdiam menempelkan dadaku ke punggungnya. Begitu sampai di tempat kostnya, Totong memintaku naik duluan krn ia masih harus memarkir motor. Beberapa mata mengawasiku saat melangkahkan kaki ke kamar Totong, entah krn penampilanku atau krn aku pernah bermalam di sini. Setelah membuka pintu aku melangkah masuk dan menutupnya lagi, kuperhatikan seisi kamar masih rapi seperti terakhir kali saat aku berkunjung dan bercinta di sini.

Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi – Tak lama aku mendengar suara pintu dibuka lalu ditutup lagi, kemudian ada suara langkah kaki yang mendekat ke arahku. Kemudian sepasang tgn yang kokoh merangkul pinggangku, dan sebuah kecupan halus mendarat di leherku. Kuletakkan tgnku di kedua tgn Totong yang sedang merangkulku, kemudian kecupan bibirnya bergerak ke arah sisi lain leherku. Perlahan tapi pasti rangsangan itu mulai merasuk ke tubuhku, ini kurasakan dari payudaraku yang mulai mengencang dan liang vaginaku yang mulai basah. Lalu kecupan di leher itu mulai berubah menjadi jilatan di sekitar leherku. Sementara tgn Totong sdh mulai menelusup masuk ke dlm bajuku dari arah depan. Aku memejamkan mataku saat tgn itu mulai mengusap-usap perutku, jarinya berputar-putar di sekitar lubang pusarku hingga menimbulkan sensasi geli tertahan. Kemudian tgn itu bergerak ke atas sambil menyingkap bajuku, sementara kecupan dan lidah Totong menyerang telingaku sebelah kanan. Ini membuatku mendesah halus. “Buka matanya dong sayang..” bisiknya halus di telingaku.

Perlahan aku membuka kedua mataku, dan entah kapan ternyata Totong telah memindahkan posisiku yang kini menghadap ke arah cermin lemari pakaiannya. Di cermin itu aku menyaksikan bahwa tgn Totong telah sampai ke buah payudaraku, sementara kaus yang kukenakan sdh tersingkap setengahnya. Lalu kedua tgn Totong mulai meremas lembut sepasang payudaraku yang masih berbalut BH, mataku menyipit dan dari bibirku keluar suara mendesah yang halus menikmati remasan tgnnya pada dadaku. Lalu Totong melepaskan baju kaus yang masih menggantung di leherku sehingga kini tubuh atasku hanya mengenakan BH hitam yang kontras dgn warna kulitku yang putih kekuning-kuningan. Aku merasakan di punggungku ada benda hangat yang bergerak turun dgn perlahan. Dgn giginya Totong membuka kaitan pada bagian belakang BH-ku, dan dgn gerakan yang lembut akhirnya BH hitam itu melayang jatuh ke lantai. Seperti dikomando, semua aktivitas Totong di tubuhku berhenti serempak. “Kakak punya sepasang susu yang sangat indah..” bisiknya di telingaku. Aku melihat ke arah cermin dan bola mata Totong tampak sangat bersinar terbakar oleh kobaran api birahi. “Aku nggak boTong.. dan tak akan pernah bosan melihat.. menikmatinya..” bisik Totong sambil mencium pipiku. Aku menjadi terharu mendengar perkataannya hingga rasa sayang dan hasrat birahiku semakin menjadi-jadi padanya.

Aku bisa merasakan nafasnya mulai memburu dan berat. Dgn pasti bibir kami saling bertemu, pertama-tama hanya ciuman ringan. Kemudian mulai menjadi liar tak terkendali lagi, mataku kembali terpejam menikmati setiap sensasi yang kualami. Kusambut serangan lidah Totong yang bergerak-gerak liar di dlm rongga mulutku. Selama beberapa saat lidahku dan lidah Totong bergulat bagai dua naga langit yang sedang bertarung. Secara tiba-tiba Totong mencengkeram kedua payudaraku dgn keras hingga membuatku melenguh keras dan kakiku limbung seolah tanpa pijakan. Entah mengapa ia melakukannya tapi itu memberikan sensasi luar biasa pada diriku. Aku hanya bisa pasrah sambil tgnku meremas rambut Totong. Selama beberapa detik ia menahan posisi itu sehingga membuat nafasku mulai menjadi sesak, lalu secara perlahan dia melepas cengkeraman tgnnya dan aku segera menghirup udara segar sepuas-puasnya. Tgn Totong kembali bekerja dgn lembut di kedua buah payudaraku. Sesekali tgn nakal itu memilin-milin puting susuku kemudian meremasnya lagi dgn lembut, lalu puting susuku ditekan dan ditarik sampai membuatku menjerit pelan krn sensasi nikmat yang ditimbulkannya.

Sambil duduk di tepi kasur Totong memutar tubuhku hingga kini kami saling berhadapan, sementara kepalanya tepat berada di depan payudaraku yang telah mengeras dgn putingnya yang telah memerah. Sebuah senyum simpul terlukis di wajahnya, lalu dia membenamkan wajahnya di belahan kedua payudaraku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat di sana, kemudian seperti seekor anjing yang sedang mengendus bebauan, hidung Totong bergerak mengitari kedua payudaraku, ini menambah rasa geli dan nikmat yang kurasakan. Akhirnya mulutnya memangsa salah satu puting susuku yang telah memerah dan mengeras. Di dlm mulutnya putingku mendapat serangan yang teramat dahsyat, lidah itu bergerak melingkar-lingkar di putingku sementara giginya menggigit-gigit halus buah dadaku. Totong melakukannya bergantian pada kedua payudaraku. Dan ini sangat menyiksa batinku hingga kulampiaskan dgn menjambak rambut Totong yang gondrong ikal itu.

Kedua tgn Totong mulai turun ke arah pantatku dan mulai meremasnya dgn lembut. Hisapan, jilatan dan gigitan pada payudaraku, dan remasan pada sepasang pantatku yang kencang membuatku semakin tak dapat mengontrol diri. Aku bisa merasakan bagaimana selangkanganku sdh sangat basah dan lembab, sementara belum ada tanda-tanda bahwa Totong akan segera menyelesaikan permainannya pada bagian-bagian sensitif pada tubuhku. Tgnnya tetap asyik bekerja di pantatku dan mulutnya terus aktif memangsa sepasang payudaraku. Ada rasa lega saat Totong mulai membuka resleting celanaku, dan saat ia memerosotkannya ke bawah tampaklah pemandangan yang pasti akan membuat setiap lelaki akan lupa diri jika melihatnya. CD putih yang kukenakan sdh sangat basah sehingga mencetak jelas apa yang ditampungnya di sana. Rambut vaginaku yang tebal krn belum sempat dicukur sdh basah oleh lendir yang keluar dari liang senggamaku dan mengeluarkan bau khusus yang merangsang. “Wah sdh basah banget nih Kak.. Gimana dong.. ” godanya nakal. “Kamu sich nakal.. Bikin kakak terangsang hebat.. Pokoknya kamu harus tanggung jawab San” bentakku pura-pura dongkol.

Totong hanya tersenyum mendengar jawabanku, dgn sekali sentak aku merasa melayang dan saat tersadar, tubuhku sdh terbaring di kasur tanpa ada benang yang melekat pada tubuhku. Lalu Totong naik ke atas kasur dan langsung menindih tubuhku. Dgn nakal dia mencium bibirku lembut dan saat aku ingin membalasnya, bibirnya sdh bergerak turun ke arah leher sampai akhirnya mendarat di dadaku. Di sini bibir itu berhenti sejenak untk menetek pada sepasang payudaraku, setelah puas di sana bibir itu kembali bergerak turun. Dan ketika mulai menyentuh rambut kemaluanku, bibir itu kembali berhenti dan menjulurkan lidahnya untk menjilat perbatasan antara bagian yang berambut dan yang tdk.

Aku yang benar-benar telah terbakar oleh birahi jadi tak sabar. Kujambak rambut Totong dan kuarahkan kepalanya ke arah pangkal pahaku. Sebuah lenguhan panjang keluar dari sepasang bibirku saat lidah Totong menyentuh bibir vaginaku. “Kakak cantik dan seksi sekali, Sayang..” katanya dngan suara parau pertanda bahwa dia jg sdh sangat terangsang. Setelah itu Totong membentangkan kedua belah pahaku lebih lebar, kemudian kepalanya kembali tenggelam di selangkanganku. Tanpa membuang waktu, bibir Totong mulai melumat bibir kemaluanku yang sdh sangat basah. Tubuhku menggelinjang hebat, sementara kedua tgnnya merayap ke atas dan langsung meremas-remas kedua buah payudaraku. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati liang kemaluanku dan meremas buah dadaku yang kenyal dan putih ini. Lidahnya yang hangat mulai menyusup ke dlm liang kemaluanku. Tubuhku terlonjak dan pantatku terangkat ke atas saat lidahnya mulai mengais-ngais bibir vaginaku. Diringi desahan dan erangan dari bibirku, tgnku menarik kepala Totong lebih ketat agar lebih kuat menekan selangkanganku, sedangkan pantatku selalu terangkat seolah menyambut wajah Totong yang masih tenggelam di selangkanganku.

Aku semakin megap-megap dan mengerang krn kenikmatan yang amat sangat dan sulit dilukiskan dgn kata-kata. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan krn rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah Totong menjilat dan melumat bibir kemaluanku. Aku semakin melayang dan seolah terhempas ke tempat yang kosong. Tubuhku bergetar dan mengejang bagaikan tersengat aliran listrik. Aku mengejat-ngejat dan menggelepar saat bibir Totong menyedot klitorisku dan lidahnya mengais-ngais dan menggelitik klitorisku. “Akhh.. Akhh.. Ohh..” Dgn diiringi jeritan panjang akhirnya aku merasakan orgasme yang teramat nikmat. Benar-benar pandai memainkan lidah si Totong ini, pikirku, hingga pantatku secara otomatis terangkat dan wajah Totong semakin ketat membenam di antara selangkanganku yang terkangkang lebar. Napasku tersengal-sengal setelah mengalami orgasme yang sangat hebat tadi. Lalu dgn tenang Totong membersihkan cairan kenikmatan yang masih terus mengalir keluar dari liang senggamaku, sementara aku masih menetralisir aliran nafasku yang tersengal-sengal setelah mencapai puncak orgasme yang luar biasa. Rasanya seluruh tubuhku remuk dan pegal, kemudian Totong pamit ke kamar mandi untk berkumur sebentar.

Beberapa saat kemudian dia kembali sdh dlm keadaan telanjang bulat dan langsung berdiri di samping kepalaku dgn batang kejantanannya berdiri tegak menantang ke arahku. Aku merinding melihat besarnya batang pelir milik Totong dan saat membayangkan bagaimana rasanya saat batang kontol yang besar itu memasuki liang vaginaku. Hasrat yang sempat turun itu mulai naik lagi. Saat tgnku hendak memegangnya, Totong bergerak mundur hingga membuatku menjadi bingung. “Hari ini biarkan aku saja yang muasin Kakak ya..” ucap Totong sambil duduk di tepi kasur. “Maksud kamu.. Kakak nggak ngerti Tong.. ” tanyaku bingung. “Hari ini aku pengen sepuasnya menikmati setiap inci tubuh Kakak” katanya tersenyum sambil membelai rambutku yang awut-awutan. “Hari ini aku pengen membuat kakak mencapai kenikmatan sampai mau pingTong.. Boleh ya Kak.. ” pintanya memelas. “Ya udah.. Terserah kamu aja..” jawabku, walaupun sebenarnya aku tdk begitu paham dgn apa yang dia inginkan.

Kemudian dgn tersenyum Totong mencium keningku yang dilanjutkannya dgn mencium kedua mataku, lalu bibirnya mengecup hidung dan kedua pipiku. Setelah menggosok-gosokkan hidungnya dgn hidungku, bibirnya mengecup pelan bibirku. Dgn mesra aku melingkarkan kedua tgnku pada lehernya dan menariknya agar lebih puas, aku ingin menikmati permainan lidahnya dlm mulutku krn tadi aku merasa lidah itu terlalu cepat turun ke bawah. Lidah Totong mulai menari-nari di dlm rongga mulutku, dgn lihainya lidah itu menelusuri setiap sudut rongga mulutku seolah memiliki mata. Sementara gerakan lidahku tdk dapat mengimbangi pergerakan lidah Totong yang sangat liar. Dan itu menimbulkan sensasi nikmat yang memabukkan. Apa lagi saat kedua tgn Totong mulai meremas-remas kedua buah payudaraku yang telah mengeras lagi. Payudara berukuran 34B itu seakan tenggelam dlm genggaman tgnnya yang besar. Totong lalu memegang batang kemaluannya dan ditusukkannya ke celah-celah bibir kemaluanku yang sdh sangat licin. Dgn lembut dia mendorong pantatnya sampai akhirnya ujung kemaluan Totong berhasil menerobos bibir kemaluanku hingga membuat tubuhku menggeliat hebat ketika ujung kemaluan yang besar itu mulai menyeruak masuk. Perlahan namun pasti rasa nikmat mulai kurasakan dari arah selangkanganku.

Kenikmatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir berteriak histeris. Sungguh batang kemaluan Totong luar biasa nikmatnya. Liang kemaluanku serasa berdenyut-denyut saat menjepit ujung topi batang kemaluan Totong yang bergerak maju mundur secara perlahan. Dia terus menerus mengayunkan pantatnya, sementara keringat kami berdua semakin deras mengalir dan mulut kami masih terus berpagutan. “Akkhh.. Ssaann..” aku menjerit perlahan saat kurasakan betapa batang kemaluan Totong menyeruak semakin dlm dan serasa begitu sesak memenuhi liang senggamaku. Batang peluru kendalinya terasa berdenyut-denyut dlm jepitan liang vaginaku. Apa lagi lidah Totong yang panas mulai menyapu-nyapu seluruh leherku dgn ganasnya hingga bulu kudukku serasa merinding di buatnya. Aku tak sadar saat Totong kembali mendorong pantatnya hingga batang kemaluannya yang terjepit erat dlm liang kemaluanku semakin menyeruak masuk. Aku yang sdh sangat terangsang menggoyangkan pantatku untk memperlancar gerakan batang kemaluan Totong dlm liang kemaluanku. Kepalaku bergerak-gerak liar merasakan sensasi hebat yang sedang kualami. Liang kemaluanku semakin berdenyut-denyut dan ada semacam gejolak yang meletup-letup hendak pecah dari dlm diriku. Bless.., dgn perlahan tapi pasti batang kemaluan yang besar itu melesak ke dlm lubang kenikmatanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang kemaluan Totong yang besar itu. “Hebat Kak.. Gak terasa kalau lubang kakak ini sdh dua kali ngeluarin anak..” puji Totong. Ini membuatku semakin merasa bangga dan bahagia.

Terasa kehangatan batang kemaluannya dlm jepitan liang kemaluanku. Batang kemaluan Totong mengedut-ngedut dlm jepitan lubang kenikmatanku. Kemudian dgn perlahan sekali Totong mulai mengayunkan pantatnya hingga kurasakan batang kejantanannya menelusuri setiap inci liang kenikmatanku. Ini menimbulkan sensasi yang teramat nikmat untkku. Aku tak sempat mengerang krn tiba-tiba bibir Totong sdh melumat bibirku. Lidahnya menyeruak masuk ke dlm mulutku dan mencari-cari lidahku. Aku pun membalasnya. Totong mendengus perlahan pertanda bahwa birahinya sdh mulai meningkat sementara gerakan batang kemaluannya semakin mantap di dlm liang kemaluanku. Aku dapat merasakan bagaimana batang kontolnya yang keras menggesek-gesek dinding vaginaku. Aku pun mengerang dan tubuhku bergerak liar menyambut gesekan batang kejantanannya. Pantatku mengangkat ke atas seolah-olah mengikuti gerakan Totong yang menarik batang kejantanannya dgn cara menyentak seperti orang memancing sehingga hanya ujung batang kejantanannya yang masih terjepit di dlm lubang kenikmatanku.

Lalu ia mendorong batang kejantanannya secara perlahan hingga ujungnya seolah menumbuk perutku. Totong melakukannya berulang-ulang. Aku merasa ada semacam sentakan dan kedutan hebat saat Totong menarik batang kemaluannya dgn cepat. Gerakannya ini membuat napasku semakin terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang terus naik dan tak tertahankan. Besarnya batang kejantanan Totong membuat liang vaginaku terasa sempit. Sangat terasa sekali bagaimana nikmatnya batang kemaluan Totong menggesek-gesek dinding liang vaginaku. Secara refleks aku pun mengimbangi genjotan Totong dgn menggoyang pantatku. Semakin lama genjotan Totong semakin cepat dan keras, sehingga tubuhku tersentak-sentak dgn hebat. Slep.. slep.. slep.. demikian bunyi gesekan batang kejantanan Totong saat memompa liang kemaluanku. “Akhh..! Akkhh..! Oohh..!” erangku berulang-ulang. Benar-benar luar biasa sensasi yang kudapatkan. Totong benar-benar menyeretku ke surga kenikmatan, aku kembali merasa seperti gadis perawan yang sedang melepaskan mahkotanya.

Tak berapa lama kemudian aku merasakan nikmat yang luar biasa dari ujung kepala hingga ujung kemaluanku. Tubuhku menggelepar-gelepar di bawah genjotan Totong. Aku menjadi lebih liar dan menyedot-nyedot lidah Totong dan kupeluk tubuhnya erat-erat seolah takut terlepas. “Ooh.. Oh.. Akhh..!” aku menjerit ketika hampir mencapai puncak kenikmatan. Tahu bahwa aku hampir orgasme, Totong semakin kencang menggerakkan batang kemaluannya yang terjepit di liang kenikmatanku. Saat itu tubuhku semakin menggelinjang liar di bawah tubuh Totong yang kekar. Tak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. “Oohh.. Aauuhh.. Oohh..!” jeritku tanpa sadar. Secara refleks jari-jariku mencengkrram punggung Totong. Pantatku kunaikkan ke atas menyongsong batang kemaluan Totong agar bisa masuk sedlm-dlmnya. Lalu kurasakan liang senggamaku berdenyut-denyut dan akhirnya aku merasakan sedang melayang, tubuhku serasa ringan bagaikan kapas. Aku benar-benar orgasme!! Gerakanku semakin melemah setelah mencapai puncak kenikmatan itu. Totong lalu menghentikan gerakannya.

“Enak kan Sayang..” bisik Totong lembut sambil mengecup pipiku. Aku hanya terdiam dan wajahku merona krn rasa malu dan nikmat. Totong yang belum mencapai klimaks membiarkan saja batang kejantanannya terjepit dlm liang kemaluanku. Totong sengaja membiarkan aku untk menikmati sisa-sisa kenikmatan itu. Aku kembali mengatur napasku, sementara aku merasakan batang kemaluan Totong mengedut-ngedut dlm jepitan liang senggamaku. Tubuh kami berdua sdh mengkilat krn peluh yang membanjiri tubuh kami berdua. Hanya kipas angin yang membantu menyejukkan kamar kost mesum itu. Setelah beberapa saat, Totong yang belum mencapai klimaks kembali menggerak-gerakkan batang kemaluannya maju mundur. Gerakannya yang perlahan, lembut dan penuh perasaan itu kembali membangkitkan birahiku yang telah sempat menurun. Kugoyangkan pinggulku seirama gerakan pantat Totong. Rasa nikmat kembali naik ke ubun-ubunku saat kedua tulang kemaluan kami saling beradu. Gerakan batang kemaluan Totong semakin lancar dlm jepitan liang senggamaku.

Aku yang sdh ckp lelah hanya dapat bergerak mengimbangi ayunan batang kemaluan Totong yang terus memompaku. Totong semakin lama semakin kencang memompa batang kemaluannya. Sementara mulutnya tdk henti-hentinya menciumi pipi dan leherku dan kedua tgnnya meremas sepasang payudaraku yang indah. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu, nafsuku kembali merambat naik menuju puncak. Dapat kurasakan bagaimana kenikmatan mulai kembali menjalari seluruh tubuhku. Bermula dari selangkanganku, kenikmatan itu menjalari putingku dan naik ke ubun-ubun. Aku balik membalas ciuman Totong. Pantatku bergerak memutar mengimbangi batang kemaluan Totong yang dgn perkasanya menusuk-nusuk lubang vaginaku. Gerakan Totong semakin liar dgn napas yang mendengus tak beraturan. Pantatku kuputar-putar, kiri-kanan semakin liar untk menggerus batang kejantanan Totong yang terjepit erat di dlm lubang kenikmatanku.

Aku pun semakin tak bisa mengontrol tubuhku hingga kusedot lidah Totong yang menelusup masuk ke dlm mulutku. Tubuh Totong mengejat-ngejat seperti orang yang terkena setrum krn rasa nikmat yang luar biasa. Kemudian jeritan panjang memenuhi ruangan kost itu saat aku mencapai orgasme untk yang kesekian kalinya. Sementara gerakan tubuh Totong mulai mengejat-ngejat tak beraturan. “Ough.. Ough.. Ughh..!” Dgn napas yang terengah-engah, Totong yang berada di atas tubuhku semakin cepat menghunjamkan batang kejantanannya. Lalu.. Crrtt.. Crrtt.. Crrtt.. Crrtt.. Crrtt.. Aku bisa merasakan bagaimana batang kejantanan Totong menyemprotkan air maninya dlm kehangatan liang senggamaku. Matanya membeliak dan tubuhnya berguncang hebat. Batang kejantanan Totong pun mengedut-ngedut dgn kerasnya saat menyemburkan air maninya. Aku bisa merasakan ada semprotan hangat di dlm sana, nikmat sekali rasanya. Kami mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan. “Teruss.. Teruss.. Putarr.. Sayanghh..!” dengus Totong. Aku membantunya dgn semakin liar memutar pinggulku. Setelah beberapa saat, tubuhnya ambruk menindih tubuhku dgn batang kemaluan yang masih menancap pada liang vaginaku. Kurasakan ada cairan yang mengalir keluar dari liang kemaluanku. Napas kami menderu selama beberapa saat setelah pergumulan nikmat yang melelahkan itu. Lalu kupeluk tubuh Totong yang basah oleh keringat, kuciumi seluruh wajahnya. “Thank’s ya Tong.. Kamu memang sangat perkasa.. Tita sangat beruntung memilikimu..” bisikku di telinganya. “Kak I’in jg.. Jangan menolak kalau lain kali aku pengen bercinta lagi dgn kakak ya..” balasnya. Aku mengangguk perlahan.

Lima belas menit kemudian aku membersihkan diri di kamar mandi sementara Totong masih berbaring mengatur napasnya. Saat mengenakan pakaian dan celana, Totong masih mencuri kesempatan untk meremas kedua dadaku dan mencium bagian belakang leherku. Atas permintaannya, BH dan CD yang kupakai saat itu kuberikan pada Totong sebagai tanda mata bahwa hubungan kami tak akan berhenti sampai di sini saja.

E N D

Tags: #cerita dewasa #cerita dewasa 2016 #cerita mesum #cerita ngentot #cerita seks #cerita sex #daun muda #selingkuh #terbaru juni 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Sex Pejantan Tangguh Terbakar Nafsu Birahi"

Penulis: 
    author