Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain

15757 views

Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain – Sudah lima tahun lamanya kita berpacaran, kami satu kampus sejak dari awal perjumpaan saat ospek aku sudah menaruh hait dengan pacarku ini namanyan Sarah, dan tak terasa waktu sungguh cepat enam bulan lagi kuliah kita hampir selesai, dan rencananya tahun depan kita mau menikah, sarah pacarku orangnya cantik, pandai, seksi dan populer dikampus.Body bak model dengan tinggi 174 cm, 32-28-32, dengan rambut hitam panjangnya yang indah seperti model-model iklan shampo. Nilai plus lain baginya adalah ia masih perawan, ya…selama ini kami memang hanya bercinta sebatas peting.

Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain

Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain

Aku memiliki fantasi seks, sejak kecil aku ingin bersetubuh oleh seorang gadis dewasa, namun hal itu tak pernah jadi kenyataan. Hingga akhirnya muncul pikiran gila ini. Aku berpikir untuk meminta Sarah membantuku mewujudkan mimpi itu.
Aku mengatakan keinginanku pada Sarah. Awalnya ia menolak mendengar permintaan aneh dariku. Bahkan ia sempat marah karena heran bagaimana aku rela dirinya ditiduri oleh orang lain apalagi sampai menyerahkan kegadisannya pada seorang bocah ingusan seperti Berfi.
“Please manis…aku benar-benar memimpikannya sejak kanak-kanak. Dan aku akan tetap mencintaimu setelah itu terjadi.”
“Tapi itu benar-benar gila Dit!”
“Memang itu ide gila sayang…tapi kepada siapa lagi aku hrs minta tolong?”

Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain – Begitulah, setelah setiap hari kubujuk dan kuyakinkan bahwa aku tak akan meninggalkannya, akhirnya ia bersedia melakukannya. Pilihanku jatuh pada Berfi, seorang pengantar koran langgananku yang baru berusia 15 tahun.
Dari segi fisik, Berfi tak bisa dibilang tampan, penampilannya lusuh, kulitnya gelap karena sering terjemur matahari, tubuhnya pun krempeng. Ibunya seorang pelacur di lokalisasi X. Sejak usia 7 tahun Berfi sudah merasakan hubungan seks dengan beberapa pelacur yang tinggal di sana termasuk ibunya sendiri.
Penis anak itu menjadi besar, jauh lebih besar dibanding anak lain seusianya, bahkan menyamai milik orang dewasa, warnanya hitam legam, panjangnya 15 cm diameter 3,5 cm, kepala penis merah pekat panjang 3,5 cm diameter 4 belum disunat kulit kulupnya meruncing menutupi glans penisnya.
Jembut pun baru muncul beberapa helai. Aku sangat bernafsu membayangkan anak itu bercinta dengan Sarahku yang cantik.
Setelah direncanakan matang-matang, hari itu pun tiba. Aku menyewa sebuah cottage dengan satu kamar tidur di pinggir laut yang sepi, satu ranjang besar bersprey putih, dan satu set sofa empuk di ruang tengah. Setelah makan malam Berfi segera masuk dan menunggu di kamar. Sarah meminta waktu bicara denganku di ruang tengah. Aku tahu ia masih ragu dan nervous untuk melakukan hal itu
“Sayang, apa kau benar-benar ingin aku melakukannya dengan anak itu? kau pasti tahu resikonya setelah ini aku bukanlah gadis suci lagi”
“Tentu manis sejak awal aku tidak mempermasalahkannya”
“Apakah kau tetap mencintai dan tidak akan meninggalkanku setelah ini terjadi?”
“Tentu manis, ku mohon demi aku ….”
“Baiklah”

Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain – Sarah masuk ke kamar, tapi pintu kamar dibiarkannya terbuka lebar. Semua lampu cottage kami padamkan agar tak ada orang mengintip dari luar. Meski demikian cahaya bulan cukup menerangi pandanganku.
Sesaat sebelum lampu padam, aku sempat melihat Berfi, ia sudah telanjang bulat di atas kasur. Akupun melepas pakaianku hingga telanjang lalu rebah di atas sofa menunggu. Kudengar mereka bicara tak jelas.
Kemudian kudengar desah Sarah, agaknya mereka sudah mulai. Aku bangkit perlahan merayap menuju kamar hingga di dalam. Pada jarak 3 meter jarak pandangku cukup jelas, aku duduk bersandar pada dinding tanpa terlihat oleh mereka berdua. Tanganku mulai ngocok penisku. Kulihat Berfi sedang menetek pada Sarah. Ternyata selama ini aku salah
Berfi yang benar caranya menetek. Wajar saja gurunya para lonte pro. Ngemut persis bayi, tidak hanya putting dihisap, mulutnya dibuka lebar-lebar lalu sebanyak mungkin payudara Sarah ia lahap membuatnya merintih dan menggelinjang. Kurasa ia mengakui
Berfi lebih pandai dari aku. ‘Plok!!’ puting itu terlepas dari mulut Berfi, ujungnya memerah, indah dan mengacung tegak, aerolanya pun ikut mengembung bagai bukit di puncak payudaranya. Kemudian Berfi menggarap payudara Sarah yang satunya. Menit demi menit berlalu, aku terus menonton hingga akhirnya Berfi naik ke atas tubuh Sarah
kembali menetek pada payudara Sarah seperti tadi
“Kak, Berfi ngentot kakak sekarang ya?”
“pelan-pelan ya, Fi, Kakak masih perawan kakak takut…punya kamu besar banget”
“Berfi janji nanti Berfi ngentotnya pelan-pelan”
Berfi memegang penisnya dan diarahkannya tepat dibelahan basah tersebut. Ujung kulupnya dengan mudah menyelip di celah vagina Sarah. Berfi menekan penisnya
“Engg!!” kulihat Sarah menggigit bibir bawahnya, entah merasa sakit atau nikmat
‘Jleb!!’ bibir vagina Sarah pun membelah dan penis hitam Berfi mendesak masuk. Kepala penisnya sudah tak nampak menancap kaku dalam mulut vagina Sarah
“Tahaan dulu Fi, sakittt!” Sarah mendorong perut Berfi mencegahnya maju lagi
Berfi menurut, ia diam, sepertinya ujung kulup penisnya sudah menyentuh selaput dara Sarah. Setengah menit berlalu, nampak Sarah sudah tenang
“Ih, gede banget!”
Bibir vagina Sarah melingkar ketat pada leher penis Berfi
“Enggghhh!!” Sarah kembali merintih, tapi kali ini bukan karena sakit
“Udah ngga sakit kan Kak?” bisik Berfi
“He eh” angguk Sarah sambil mendesah lirih

Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain – Pinggul Berfi mulai bergerak mundur maju mengocok lembut vagina pacarku itu. Ia lalu mundur sedikit namun tak sampai penisnya lepas tercabut lalu kembali melesak masuk lagi sedalam tadi. Memang tak banyak gerakan yang dibuat Berfi, namun itu cukup untuk membuat Sarah menggelinjang nikmat.
Pompaan kecil itu berlangsung sejenak hingga tiba-tiba ‘Plop!!’ kepala penis Berfi terlepas dari jepitan mulut vagina Sarah. Berfi memang sengaja melakukannya. Kepala penis anak itu basah bekilat berlumuran lendir licin.
“Fiii kenapa dicabut? Kakak tadi sudah enak ngga sakit lagi kok!” protes Sarah, sepertinya ia sudah bisa menikmati
Berfi kembali menekan masuk kepala penisnya, , ‘Clep!!’ sedalam tadi. Sarah mencengram pinggul anak itu, seolah kuatir Berfi mencabutnya lagi
Ouuggghh!
“Enak kakkk?”
“Iyaaa..eenakk sekalii, Fihh”
“Kakak suka sama punya ku?”
“He e…”
“Besar ya kak..?”
“Iya besar bangettt!”
Kembali Berfi mengenyot payudara Sarah. Kini Sarah sudah tak berkutik lagi, ia terlentang pasrah menikmati dirinya dicabuli oleh Berfi kecil, dada dan selangkangannya tersengat kenikmatan, erangannya pun terdengar meninggi. Sedetik kemudian
“Ouuughhhh!! Fiiiiii!!!! Enakkk!!” Sarah terpekik nikmat
Ia mencapai orgasmenya,Berfi, si loper koran itulah yang membuatnya orgasme. Meski penis hanya tertancap sedikit, anak belasan tahun yang jembut saja baru tumbuh satu dua helai itu telah membuat seorang gadis perawan cantik dewasa bertubuh sintal dan indah itu menggelepar dalam sengatan kenikmatan. Vagina Sarah berdenyut-denyut keras
mengempot dan menghisap penis Berfi untuk masuk semakin dalam memprovokasi penis anak itu untuk berejakulasi. Namun Berfi berusaha keras bertahan, nampaknya ia berhasil mengendalikan dorongan itu. Perlahan orgasmenya reda, Berfi masih di posisi semula mengangangkangi tubuh pacarku dengan kepala penis tertancap dalam vaginanya. Sarah membelai rambut anak itu
“Kemari Fii!!” Sarah membuka bibirnya melumat bibir anak itu
Mereka berciuman penuh gairah, Berfi berhasil mendapatkan cinta gadisku. Tubuh Sarah memang jauh lebih tinggi dari Berfi kecil sehigga gadis itu harus sedikit melengkungkan tubuhnya untuk dapat berciuman dengan anak itu. Kulihat pinggul Berfi bergerak-gerak lembut mengocok perlahan agar tautan bibir mereka tak terlepas
Kenikmatan kembali mendera Sarah. Berfi melepas ciuman mereka
“Kenapa?”
“Kakak ..Allfi … udah mauuu…” ujarnya terbata-bata dengan tubuhnya gemetar, wajahnya pucat sekali
“Engg… Berfi …kepingin muncrat?” tanya Sarah
“Iyaa… punya kakak sempit sekali… Berfi ngga tahan lagiii…”
“Fii, kamu cabut dulu burungnya, nanti muncratin di seprey…ya”
“Engga mau…enakan di dalem punya kakak aja…”
“Jangan Fi nanti kakak hamil anak kamu”
“Kakak ngga usah kuatir, kata dr Lila mani Berfi belum ada benihnya, masih kosong jadi kakak ngga mungkin hamil”
“Eng…dr Lila bilang begitu?”
“Iya kak, lagian enakan muncrat bareng kak,”
“Boleh ya, kak? Berfii udah ngga tahannnn…ughhh” pinta Berfi sambil terus menggenjot
Aku tahu Sarah masih ragu, namun ia tak lagi mencegah Berfi untuk berejakulasi di dalam vaginanya. Mungkin juga ia kasihan mendengar rengekan anak itu. Berfi melahap putting susu Sarah, menghisapnya kuat-kuat seolah ada air susunya. Pantatnya bergerak mengocok naik turun, awalnya pelan sekali lalu semakin cepat
“Berfiii!!! Sayanggggg kakakkk keluuu…aarrr lagiii!!!!”
“kak Sarahaa sekarang kakk!! Berfiiii jugaaa muncraattt”
Berfi memeluk pinggang Sarah, penisnya ia benamkan seluruhnya dalam-dalam sejauh mungkin penisnya dapat masuk. Seketika itu juga…cretttt, crettttt, cretttt, ia berejakulasi melepas benih-benih kejantanannya di dalam rahim Sarah.
“Fiiiiii!!! Sakiitttttt!!!” Sarah terpekik antara kenikmatan dan sensasi rasa sakit ketika untuk kedua kalinya penis Berfi memberinya orgasme.
Kali ini lebih dasyat dari yang pertama, penis anak 15 tahun itu menerobos masuk ke liang vaginanya dan merobek selaput daranya
Penis Berfi kini tertanam seluruhnya, aku hanya melihat testis kecilnya menempel di selangkangan Sarah. Belum kulihat lelehan sperma maupun darah keperawanan Sarah. Semuanya masih terkumpul di dalam vaginanya tersumbat oleh ketatnya tautan kemaluan mereka, mungkin juga disebabkan kentalnya sperma Berfi.
Berfi telah menyetubuhi gadisku, pacarku yang cantik, calon istriku, sekaligus merengut kegadisannya dan memberinya orgasme pada coitus pertama yang tak mampu dilakukan kebanyakan pria dewasa manapun membuat Sarah rela menerima anak itu berjakulasi dalam vaginanya
Tanpa kondom atau pencegah kehamilan lain sama sekali dengan resiko dapat terjadi kehamilan akibat siraman benih Berfi pada rahimnya. Satu menit sudah berlalu sejak orgasme bareng tadi. Keduanya masih enggan berpisah dan masih menikmati sisa kenikmatan dasyat tadi.
Kaki Sarah menyilang menekan pinggul Berfi, tampaknya ia belum rela anak mencabut batang kemaluannya. Perlahan aku mendekat ke kasur, kuhidupkan lampu kap di samping Sarah. Keduanya baru melepaskan ciuman saat melihatku.
Berfi membenamkan wajahnya di leher jenjang Sarah. Kini semuanya dapat kulihat dengan jelas. Pemandangan yang membuat gairahku melonjak naik. Sarah yang bertubuh tinggi sintal dan berkulit putih dalam keadaan menyatu dengan Berfi yang bertubuh kecil krempeng dan berkulit hitam.
Bercak-bercak noda merah di seprey membuatku yakin kalau keperawanan Sarah telah berhasil dirobek total oleh penis anak itu. Lalu…aku mengintip bagian intim mereka yang belum terpisahkan sejak tadi. Labia luar Sarah terbuka lebar menampung diameter penis Berfi yg besar.
Disela-selanya ada lelehan sperma anak itu bercampur darah yang mulai mengalir keluar. Sampai saat ini batang penis Berfi tetap dalam kuluman vagina Sarah sementara ujung kulupnya mengeram di dasar liang cinta itu. Pipi Sarah bersemu merah tersirat kepuasan, mungkin ia merasa malu padaku
“Dit, kamu ngga pa pa, kan? kini aku sudah ….”
Aku mengecup keningnya yang basah oleh keringat
“sayang … sayang, tadi itu begitu sempurna” aku berusaha menenangkan dirinya, “kamu telah membuat mimpiku menjadi kenyataan, terima kasih manis.”
“masih sakit ya, San?”
“Iya tadi ngilu sekali .. tapi sekarang dah ngga lagi…”
Kulihat masih ada sekitar satu sentian batang penis Berfi yang tak masuk ke vagina Sarah
sepertinya ujung sudah mentok
“Kak Didit, apa Berfi boleh entot kak Sarah sekali lagi?”
“Tentu, Fi…Kak Sarah adalah milik kamu selama kita di sini. Kamu boleh melakukannya sesering kamu mau”
“Uhhh…Dit, titit si Berfi kurasakan membesar dan mengeras lagi punyaku terasa penuh” kata Sarah
Aku ingat perkataan dr Lila tempo hari, anak seusia Berfi memiliki libido sangat besar, mereka sangat cepat pulih setelah berejakulasi dan penisnya kembali mengeras sehingga mereka selalu dapat melakukan persetubuhan berulang-ulang tanpa henti sepanjang malam.
Sebab lain selain cantik yang Sarah masih perawan dan Berfi belum pernah dapat perawan sebelumnya. Liang vagina Sarah yang sempit juga sungguh tak terlukiskan nikmatnya, tentu hal itu membuat Berfi ingin mengulanginya lagi…lagi dan lagi.
“Fi, kalau kak Sarah mu ngga tahan dan minta berhenti, kamu mau ya?”
“Iya, kak, Berfi juga mau kak Sarah kapok entotan sama Berfi “
“Sstt kak, waktu entotan tadi Berfi buat kak Sarah muncrat dua kali, dia juga bilang suka sama titit Berfi, katanya besar enak” Berfi nampak bangga, ternyata ia tak mengetahui jika aku menyaksikan persetubuhan mereka dalam suasana gelap tadi.
“Oh ya, kata Mbak Sriti kamu emang hebat Fi”
Aku pernah dengar komentar salah satu pelacur lokalisasi X yang adalah teman sekamar ibu Berfi, masih muda dan cantik. Berfi paling sering ngentot dengan gadis itu ketimbang pelacur lain, bahkan Sriti lah yang pertama kali mengenalkan seks pada Berfi. Wajah Sarah bersemu kemerahan membuatnya semakin cantik mungkin ia malu kami ngomong soal itu di depannya. Menit- menit berlalu persetubuhan kembali terjadi.
Berfi kembali memompa penis yang masih kukuh berdiri tegak ke dalam vagina kekasihku
dan Sarah melingkarkan kakinya mengunci pinggul anak itu.
Berfi mengocok bagai bintang porno profesional menghajar pacarku. Dia terus memompa dan memompa dengan ganasnya. Gadisku dibuatnya merintih tak karuan, matanya memutih. Kali ini batang penis Berfi dapat Sarah rasakan seluruhnya, vaginanya mencengram kuat daging nikmat itu. Tak menunggu lama buat Sarah kembali orgasme.
Orgasme berikutnya susul menyusul sangat cepat, kenikmatan demi kenikmatan hanya berkelang detik.Selangkangannya disengat kenikmatan yang tiada putus-putus dan semakin lama semakin menggila.
Aku takjub melihat kenyataan Berfi membuat Sarah orgasme berkali kali. Luar biasa stamina jantan kecil ini pikirku, sudah dua kali penisnyai memuncratkan sperma sejak yang pertama, namun anak itu terus menerus mengocokan kemaluannya tanpa henti bagai sebuah mesin seks.
Akhirnya kali ini keduanya terpekik bareng, mereka memperoleh orgasme pada saat yang bersamaan. Tak terasa dua setengah jam sudah persetubuhan ini berlangsung, tak terhitung sudah berapa orgasme yang mereka peroleh. Sarah mengeluh vaginanya ngilu, Berfi menghentikan pompaannya,
Kelihatan ia masih ingin mengulanginya. Perlahan ia mencabut penisnya hingga terlepas. Penis Berfi basah bersimbah lendir spermanya sendiri. Kupandangi benda perkasa
Yang telah mengaduk aduk kewanitaan Sarah itu. Sungguh beruntung ia berkesempatan memerawani pacarku yang cantik itu. Penis besar itu meninggalkan lobang merah mengaga pada vagina Sarah. Dari situ cairan putih kental mulai mengalir tumpah membasahi sprey. Aku berbisik meminta giliranku, Sarah menganguk lemah mengiyakannya.
“Parlahan ya sayang.. punyaku masih ngilu” pintanya
Aku pun menindih Sarah dan memasukan penisku, merasakan untuk pertama kali vaginanya, vagina gadis yang kelak menjadi istriku.
Sarah yang masih dalam kondisi mengangkang menyambut hujamanku. ‘SLep!!’ duh…seretnya meski sudah diaduk-aduk oleh penis Berfi, nikmatnya bukan kepalang. Karena sejak awal disuguhi persetubuhan mereka, aku sudah dalam tegangan tinggi dan konak, akibatnya aku gagal mengontrol diri..
“Sayang ..jangan muncratin di dalam nanti aku hamilll”
Hitungan detik…aku masih sempat mencabut penisku dan…
“Sarah sayangggg!!! aaaaakkkk!!!”
Spermaku pun berlomba bermuncratan di atas perut Sarah tanpa tertahankan.
Crooottttt…. Croottt ..crottt
Aku pun terkulai di samping Sarah, aku tak seberuntung Berfi yang bisa berejakulasi di dalam kuluman nikmat vagina Sarah. Bahkan sampai berkali-kali. Demikian malam itu kami tertidur lelap bertiga. Saat pagi harinya saat aku terjaga, baik Sarah maupun Berfi sudah tidak terlihat di kamar ini.
Kupikir mereka sudah terbangun lebih dahulu. Aku beranjak bangun menuju ruang tengah. Di sanalah aku melihat mereka, entah sejak kapan mereka sudah bersetubuh. Sarah terlentang di atas sofa sementara Berfi dalam posisi menindihnya.
Kedua putting payudara Sarah tegak berdiri, ada sisa air liur membasah di situ. Selangkan Berfi bertumpu dengan milik Sarah, tak kulihat kocokan ganas seperti semalam, hanya ayunan lembut dan itupun hanya sekali-sekali, terkadang gerakan itu berhenti sama sekali. Mereka berdua saling memandang mata dalam-dalam seolah sepasang kekasih kasmaran, mungkin ingin lebih menikmati penyatuan alat kelamin mereka
“oughh!!! Fiii…!!” aku tahu Sarah orgasme
Sungguh luar biasa tanpa banyak gerakan dilakukan Berfi kembali menaklukan kekasihku, entah untuk yang keberapa kali nya pagi ini. Mereka berciuman, saling melumat mesra. Aku tak ingin mereka tahu keberadaanku di situ agar tak mengganggu, bukankah hal ini yang menjadi fantasiku selama bertahun-tahun?
“Kakkkk!!!”
“Kenapa Fii…enak?”
“Ya..enak sekaliii..kak,”
“Kak..
“Iya..”
“Berfi cinta sama kak Sarah…kak Sarah cantik sexy … “
“Tapi kalo ngentot sama mbak Sriti Berfi lebih kuat.”
“Emang kenapa kalo sama kak Sarah?”
“Lobang Kak Sarah kecil sempit terus jadi kalo nyedot titit Berfi rasanya enak bangeeeet!”
“Ih, kecil-kecil udah pintar ngegombal!
“Kalau gitu kamu mau ngga…. nikah sama kakak?”
“Mauu kak…”
“Kepingin ngga ..ngebuntingin kakak?”
“Ouughh!!! penggenn kakkkk!!!”
Sampai disitu Berfi tak mampu lagi membendung dorongan orgasmenya. Spermanya memancar deras keluar ‘crettttt……crotttt….crettt!’ Tubuh kecil itu mendekap pinggang Sarah menekan dalam-dalam penisnya. Untuk kesekian kali menyuntikan benihnya ke rahim Sarah.
Selang beberapa menit. Berfi meminta agar merubah posisi senggamanya menjadi women on top. Namun Sarah menolak, ia lebih menikmati bila liang kewanitaannya ditikam oleh penis Berfi dari atas.
Alasannya ia merasakan sensasi lebih dikuasai dan tak ketidakberdayaan saat Berfi mencabulinya. Demikianlah, selama tiga hari aku menyaksikan mereka mereguk kenikmatan tanpa henti. Sepanjang hari persetubuhan berlangsung hingga malam terakhir kami di sana.
Berkali kali ia menghantarkan Sarah ke puncak kepusaan sebagai wanita dewasa diatas peraduan mereka berdua. Di kamar itu hanya aku yang menjadi saksi persebadanan dua insan berbeda jenis dan usia tersebut.
Menjelang pagi akhirnya mereka menyudahi persetubuhan itu dan tertidur dengan saling berpelukan dan keringat yang membasahi tubuh keduanya. Paginya Setelah check out, Berfi kami antar pulang ke pool bis. Ketika berpisah dengan gigolo kecil itu, mereka sempat saling melumat bibir.
Sesaat sebelum Berfi turun dari mobilku dalam perjalanan pulang ke rumah, Sarah lebih banyak diam. Mungkin ia sulit melupakan pertualangan bersama Berfi. Sejak saat itu kami tak pernah lagi bertemu dengan Berfi, iapun tak pernah lagi mengantar koran ke rumahku. Kudengar ia ikut ibunya pindah ke kota H. Sarah sering merengek memintaku mencari Berfi. Aku tahu ia ketagihan ngentot sejak malam itu
Meski demikian ia tak pernah memintaku melakukan hubungan seks dengannya. Nampaknya Sarah hanya menginginkan persetubuhan dengan Berfi. Aku cukup maklum dan tak pernah memaksanya melakukan itu, Berfi memang seorang pejantan sejati. Sebelas bulan berikutnya kami menikah. Malam pengantin aku memberinya surprise
Setelah resepsi aku ajak dia keluar dari kamar pengantin yang telah disediakan oleh panitia. Dengan mata tertutup selembar kain ia ku ajak ke sebuah tempat. Ketika kain penutup dibuka..
“Berfiii?! Kamu…”
Sarah menghambur ke arah kasur di mana Berfi menunggu dengan tubuh bugil dan penis telah mengacung tegak. Mereka melumat satu sama lain melepas kerinduan akan kenikmatan.
“Kakak kangen sama kamu!” kata Sarah setelah ciuman mereka terpisah
“Berfi juga kangen sekali sama kak Sarah”
“Kamu jangan pergi lagi Fi, kakak sangat membutuhkanmu”
“tenang saja kak.. kemarin kak Didit bilang Berfi bakal tinggal serumah dengan kakak berdua”
“Benarkah?”
Sarah menoleh padaku, aku tersenyum dan mengangguk
“kakak, ada yang mau Berfi kasih tahu ke kakak”
“Apa Fii?”
Sarah menoleh ke arah ke kemaluan Anak itu yang tegak
“Fiii.. punyamu tambah besaarrr.”
Gila! Memang saat kuperhatikan titit Berfi sudah tambah panjang dan besar dengan jembut bergerombol pada pangkal batangnya. Kupikir benda itu akan terus tumbuh hingga bebarapa tahun ke depan.
“Kak Sarah, Dr lila bilang benih Berfi sudah subur dan kak Didit sudah bilang ke Berfi…katanya Berfi boleh membuat kak Sarah Hamil duluan. Kak Sarah maukan Berfi setubuhi sampe hamil?” Berfi bertanya sambil menoleh kepadaku seakan memintaku menepati janjiku omonganku kemarin.
Aku berhasil menemukannya minggu lalu di kota H. Atas izin ibunya, aku mengadopsi Berfi. Semua ini aku lakukan demi kebahagian Sarah dan demi kelanjutan fantasiku tentu saja.
“Oh.. Berfii kakak bahagia kamu miliki” dekap Sarah
“Kak Sarah, Berfi mau ngentot kakak sekarang. Berfi sudah tidak pernah lagi ngentot sejak berpisah dengan kak Sarah dulu, Berfiii mau sekarang kakkk” rengek Berfi
“Ohh.. Berfi ..puasin dirimu sayang, sejak malam ini aku adalah milikmu, habiskan benih kejantananmu di rahim kakak”
Demikianlah malam pertama pengantin kami akhirnya berlansung indah dan sejak saat itu kami menjadi keluarga yang bahagia. Berfi selalu menyetubuhi Sarah tanpa pengaman jenis apapun, ia bebas berejakulasi dalam liang senggama istriku.
Sedangkan aku diwajibkan pakai kondom atau melakukan coitus intruptus.Meski demikian Sarah tak kunjung hamil, namun kamipun tak pernah memusingkan hal itu, yang penting hubungan aneh ini berjalan lancar. Aku yakin akan hal itu.

Tags: #abg #ceirta sex #cerita dewasa #cerita dewasa 2016 #cerita mesum #cerita ngentot #daun muda #perawan #selingkuh #terbaru april 2016

Tinggalkan pesan "Cerita Ngentot Isriku Diperawani Orang Lain"

Penulis: 
    author